Selasa, 05 Juni 2012

pengertian usaha/perjuangan

artikel:
Tim Liputan 6 SCTV
26/05/2012 07:40
Liputan6.com, Jakarta: Lima pemenang Liputan 6 Awards 2012 telah terpilih. Mereka adalah Sugiyanto untuk kategori pendidikan, Sisilia Mbibut, pemenang kategori lingkungan hidup, Drg Anto Bagus untuk kategori inovasi, bidan Eulis Rosmiati, pemenang kategori pemberdayaan masyarakat, dan Irma Suryati untuk kategori kemanusiaan.

Sugiyanto adalah pendatang di Pulau Buru, Maluku. Ia membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sari Arum. Sedangkan Sisilia merupakan perintis pengelolaan air bersih di wilayah Kampung Pasat di Desa Pongmajok, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur [baca: Sugiyanto, Peraih Liputan 6 Awards Kategori Pendidikan].

Dalam kategori Inovasi, Liputan 6 Awards memilih Drg Anto Bagus karena dinilai berhasil memodifikasi alat obstuator untuk bibir sumbing. Eulis Rosmiati mendapat penghargaan karena selain bertugas sebagai bidan yang mengurusi persalinan, tapi juga memperbaiki kesehatan secara menyeluruh, serta membantu perekonomian untuk mendukung program kesehatan. Sementara Irma yang merupakan penyandang cacat polio ini, dinilai bisa memberdayakan penyandang cacat lainnya untuk dapat berwiraswasta secara mandiri.

Dalam perbincangannya di Studio Liputan 6 Pagi, Sabtu (26/5), semua pemenang menyatakan rasa bangga mendapat penghargaan, meski itu bukan tujuannya. Sugiyanto mengatakan, kiprahnya membantu masyarakat dibidang pendidikan tidak akan berhenti. Justru penghargaan yang diberikan SCTV memberikan motivasi untuk berbuat yang lebih bermanfaat.

Hal senada juga diutarakan Eulis dan Irma. Menurut Eulis selama mampu, ia akan terus berusaha berjuang untuk masyarakat. Sedangkan Irma menegaskan jika penghargaan ini merupakan awal untuk terus menginsipirasi rekan-rekannya penyandang cacat. "Kita akan buktikan jika penyandang cacat bukan halangan untuk berkarya," kata Irma [baca: Irma Suryati, Pemberdaya Penyandang Cacat].

Sisilia mengibaratkan perjuangannya seperti usaha yang dilakukannya kepada masyarakat. Ia akan "terus mengalir seperti air". Sementara Anto menjelaskan bahwa dengan penghargaan ini apa yang ia telah temukan bisa lebih dipercaya masyarakat. Menurut Anto, dirinya telah bekerja selama 11 tahun untuk bisa menyempurnakan alat yang dibuatnya. Hasilnya alat tersebut dapat menolong para penderita cacat bibir sumbing.(IAN)

sumber: dari sini

teori:
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus kerja keras.Kerja keras itu dapat dilakuan dengan otak / ilmu maupun dengan tenaga/ jasmani, atau kedua-duanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya dari pada dengan jasmaninya. Sebaliknya para buruh, petani lebih banyak menggunakan jasmani dari pada otaknya. Para tukang dan para ahli lebih banyak menggunakan kedua-duanya otak dan jasmani dari pada salah satunya. Para politikus lebih banyak kerja otak dari pada jasmani, sebaliknya prajurit lebih banyak kerja jasmani dari pada otak.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia miskin, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersatai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia mengatur waktunya itu.
Dalam agamapun diperintahkan untuk kerja keras, sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang ditunjuk kepada para pengikutnya “Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok”.
Untuk kerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian / ketrampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah memperoleh hasil sedikit, ketrampilan akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai ketrampilan / keahlian. Karena itu mencari ilmu dan keahlian / ketrampilan itu suatu keharusan, Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan sastra “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat” dalam pendidikan dikatakan sebagai “Long life education”.
Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidak mampuan akan kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong menolong, bergotong royong. Apabila sistem ini diangkat ketingkat organisasi negara, maka negara akan mengatur usaha /perjuangan warga negaranya sedemian rupa, sehingga perbedaan tingkat kemakmuran antara sesama warga negara dapat dihilangkan atau tidak terlalu mencolok. Keadaan ini dapat dikaji melalui pandangan hidu /idiologi yang dianut oleh suatu negara.

sumber: dari sini

pendapat saya:
menurut saya, usaha atau perjuangan adalah suatu yang kita kerjakan untuk meraih apa yang diinginkan. contohnya seorang anak SD ingin mendapatkan juara di kelasnya maka ia akan berusaha dan berjuang untuk meraih apa yang dia inginkan itu.atau usaha pejuang untuk meraih kemerdekaan negaranya. jadi setiap keinginan itu tidak akan begitu saja kepada kita melainkan dengan usaha dan perjuangan kita untuk mencapainya. dalam setiap usaha pasti ada rintangan yang akan menguji kesabaran kita. oleh sebab itu kita diajarkan untuk bersifat sabar jika keinginan kita tidak tercapai walaupun kita usaha sedemikian rupa.

nama            : harry setiawan
kelas             : 1KB03
NPM            : 23111246
jurusan         : sistem komputer
universitas   : universitas gunadarma
tugas 6 ilmu budaya Dasar (manusia dan pandangan hidup)

1 komentar: